Surat Al Qoriah

Surat Al Qoriah

Download Surat Al Qoriah – Tahukah anda di negara Indonesia ini sudah banyak terbangun pondok-pondok Tahfidzul Qur’an yang bermanfaat bagi generasi muda zaman sekarang. Karena pengaruh teknologi yang semakin canggih saat ini dapat mempengaruhi keimanan mereka. Jika mereka menggunakannya dengan sembarangan, maka bisa akan merusak generasi muda zaman sekarang, khususnya bagi yang beragama islam.

Dengan terbentuknya pondok tahfidzul Qur’an bisa membuat mereka tetap dalam keimanan. Karena dengan terus membaca atau menghafal Al Qur’an serta memahami isi yang terkandung di dalamnya, maka bisa menambah keimanan seseorang kepada Allah SWT. Di bawah ini kami akan membahas tentang Surah Al Qoriah.

Download Surat Al Qoriah Mp3

Bagi anda yang ingin menghafal Surah Al Qoriah dan belajar membacanya dengan nada bacaan yang bagus. Di artikel kali ini quranlite membagikan audio murottal Surat Al Qoriah mp3 dari para Qori’ terkenal. Namun sebelum membagikan audio murottal surat Al Qori’ah, kami akan membahas tentang Surah Al Qoriah terlebih dahulu.

Surah Al Qoriah merupakan salah satu surat yang terletak di dalam Al Qur’an, tepatnya pada juz 30 atau disebut dengan juz amma. Dan di dalam juz ke-30 ini berisi surat surat pendek yang biasa di jadikan sebagai hafalan untuk bacaan sholat. Di dalam Al Qur’an ada surat yang diturunkan di kota Mekkah yang disebut Surat Makkiyah dan ada juga surat yang diturunkan di kota Madinah yang disebut Surat Madaniyah.

Yang dimaksud surat Makkiyah adalah surat yang ayat-ayatnya diturunkan sebelum Rosulallah SAW pergi ke Madinah. Adapun surat Madaniyah adalah surat yang ayat-ayatnya diturunkan setelah Rosulallah SAW sampai di kota Madinah. Dan Surat Al Qori’ah ini tergolong Surat Makkiyah yang menandakan surat ini diturunkan di kota Mekkah, sebelum Rosulallah SAW hijrah ke kota Madinah.

Dinamakan Al Qori’ah sebab diambil dari ayat pertama dari surat tersebut, yang berbunyi “الْقَارِعَةُ” yang artinya “mengguncang”. Surat ini memasuki urutan surat yang ke-101 dalam Al Qur’an. Jika ingin menghafalkan Surat Al Qori’ah, bisa menghafalnya dengan cara melihat mushaf secara langsung atau sering mendengarkan murottal surat Al Qori’ah.

Biasanya para tahfidz Quran mendengarkan Murottal Quran terlebih dahulu yang bertujuan untuk mengikuti nada bacaan dari para Qori’ yang mereka dengarkan. Hal ini juga bisa anda tirukan, siapa tahu anda belum menemukan nada bacaan yang sesuai dengan diri anda. Salah satunya dengan mendownload bacaan surat Al Qoriah dari para Qori’ yang kami bagikan di bawah ini.

Nama Qori’Link Download
Abdullah Ali BasfarDownload
Abdullah Al MathrudDownload
Abdul Kareem Al HazmiDownload
Abdurrahman As SudaisDownload
Abu Bakar As SyathiriDownload
Ahmad Ali Al AjmiDownload
Aziz AliliDownload
Hani Ar Rifa’iDownload
Maher Al Mu’aiqlyDownload
Mahmood Ali AlbanaDownload
Muhammad AyubDownload
Saad Al GhamidiDownload
Salah BukhatirDownload
Yasser Al Dosari (Doussary)Download
Ziyad PatelDownload

Isi Kandungan Surat Al Qoriah

Setiap surat yang ada di dalam Al Qur’an memiliki artinya sendiri-sendiri serta memiliki isi kandungan yang berbeda-beda. Namun isi kandungan di dalam Al Qur’an antara surat satu dengan surat lainnya sama berkaitan. Yaitu menjelaskan tentang perintah Allah SWT, larangan Allah SWT, menceritakan kisah-kisah para rosul dan sahabat-sahabatnya, serta menjelaskan tentang bab hukum dan sebagainya.

Bagi anda yang akan menghafalkan Al Qur’an salah satunya surat Al Qari’ah, sebaiknya memahami isi yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu. Sebab hal ini dapat memperkuat hafalan surat Al Qori’ah pada diri kita. Lalu apa sajakah isi yang terkandung didalam surat Al Qori’ah? Jika anda ingin mengetahuinya, di bawah ini kami telah menjelaskan beberapa isi kandungan Surat Al Qoriah.

1. Pengertian Hari Kiamat

Surat Al Qori’ah memiliki arti “mengguncang” yang dimaksud adalah hari kiamat yang mengguncangkan hati manusia. Sebab di ayat 1 sampai 5  surat Al Qori’ah, membahas mengenai firman Allah SWT yang berbunyi “apa itu hari kiamat dan tahukah kamu tentang hari kiamat”.

Allah SWT berfirman seperti itu bukan berarti Dia tidak mengetahui apa itu hari kiamat, tetapi itu untuk menarik perhatian orang yang mendengarnya. Karena Allah SWT itu maha mengetahui atas segala sesuatu. Kemudian di ayat tersebut juga menerangkan bahwa pada hari kiamat seluruh umat manusia akan lari-lari tanpa tujuan dengan keadaan takut dan kebingungan.

Sehingga manusia itu di ibaratkan anai-anai (laron) yang bertebaran tanpa arah tujuan. Dan pada hari itu (kiamat) gunung-gunung akan saling bertabrakan satu sama lain. Dan reruntuhan gunung itu di ibaratkan kapas yang berterbangan. Jika di bayangkan berat reruntuhan gunung dengan berat kapas itu sangat jauh berbeda.

Namun pada hari kiamat reruntuhan gunung itu di ibaratkan kapas yang berterbangan, hal ini yang membuat manusia sama kebingungan. Dan pada hari kiamat tidak ada manusia yang peduli antara satu sama lain baik itu anak dengan orang tuanya, suami dengan istrinya ataupun adik dengan kakaknya. Sebab mereka hanya ingin menyelamatkan diri sendiri dari siksaan hari kiamat yang sangat menakutkan.

2. Kejadian Setelah Hari Kiamat

Pada ayat 6 sampai 9 menerangkan bahwa setelah hari kiamat seluruh amal perbuatan manusia akan dihitung lalu ditimbang. Baik itu amalan baik maupun amalan buruk semuanya akan diperhitungkan dan mereka akan mendapatkan balasannya.

Namun sebelum hari perhitungan (Yaumul Hisab), semua manusia yang telah binasa akan dibangkitkan kembali pada hari kebangkitan (Yaumul Ba’ast). Kemudian mereka akan dikumpulkan dipadang Mahsyar untuk menerima buku catatan amal sewaktu hidup didunia.

Setelah itu barulah amalan mereka sewaktu didunia di perhitungkan lalu ditimbang (Yaumul Mizan). Dan barang siapa yang amal perbuatan baiknya lebih berat di bandingkan amal perbuatan jeleknya. Maka Allah SWT akan memberinya balasan yang luar biasa yaitu ketika melewati jembatan siratal mustaqim akan dimudahkan jalannya, sehingga dapat masuk surga selamat dari neraka.

Dan sebaliknya barang siapa yang amal perbuatan baiknya lebih rendah dibandingkan amal perbuatan jeleknya. Maka Allah SWT akan memasukkan orang itu kedalam neraka hawiyyah.

3. Pengertian Neraka Hawiyah

Di ayat 10 dan 11 berisi firman Allah SWT yang isinya Apakah kamu tahu apa itu Neraka Hawiyah?” Lalu Allah SWT melanjutkan firmannya “Yaitu api yang sangat panas”. Neraka hawiyah merupakan neraka yang disediakan bagi orang-orang yang amal baiknya lebih rendah dibandingkan amal jeleknya dihari perhitungan amal dan timbangan amal.

Dan dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa warna api neraka itu tidak merah ataupun biru, melainkan berwarna putih. Karena terlalu panasnya api neraka tersebut. Api didunia ini tidak ada apa apanya dibandingkan api neraka, namun jika anda terkena sepercik api dunia saja sudah melukai diri anda.

Oleh karena itu agar kita selamat dari api neraka, kita supaya memperbanyak ibadah kepada Allah SWT serta memperbanyak berbuat baik pada diri sendiri dan orang lain.

Surat Al Falaq

Nurul Fadilah
3 min read

Surat An Nas

Nurul Fadilah
3 min read

Surat Al Kahfi

Nurul Fadilah
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *